Latest Post
Loading...

Kamis, 10 Maret 2016

Referat Forensik - Penyalahgunaan NARKOBA



Masalah gangguan penggunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain (NAPZA) merupakan problema kompleks yang penatalaksanaannya melibatkan banyak bidang keilmuan (medik dan non-medik). Penatalaksanaan seseorang dengan ketergantungan narkoba merupakan suatu proses yang panjang yang memakan waktu relatif cukup lama dan melibatkan berbagai pendekatan dan latar belakang profesi. Gangguan penggunaan narkoba merupakan masalah bio-psiko-sosio-kultural yang sangat rumit sehingga perlu ditanggulangi secara multidisipliner dan lintas sektoral dalam suatu program yang menyeluruh (komprehensif) serta konsisten.
Meskipun dalam Kedokteran, sebagian besar golongan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) masih bermanfaat bagi pengobatan, namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai peredaran dijalur ilegal, akan berakibat sangat merugikan bagi individu maupun masyarakat luas khususnya generasi muda.
Gangguan penggunaan narkoba merupakan masalah yang menjadi keprihatinan dunia internasional disamping masalah HIV/AIDS, kekerasan, kemiskinan, pencemaran lingkungan, pemanasan global, dan kelangkaan pangan. WHO memperkirakan bahwa jumlah penggunan tembakau sebanyak 1,1 milyar orang, pengguna alkohol sebanyak 250 juta orang, dan pengguna NAPZA lain sebanyak 15 juta orang di seluruh dunia. Global Burden of Diseases (GBD) yang diakibatkan dan yang terkait dengan penggunaan NAPZA adalah sebesar 8,9%. Gangguan penggunaan narkoba dalam pola tertentu berkaitan erat dengan penularan HIV/AIDS dan dalam batas waktu tertentu juga dengan kekerasan dan kemiskinan.
Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, perilaku merokok di Indonesia secara nasional pada kelompok umur 10 tahun keatas adalah sebesar 29,2%, sedangkan perilaku minum alkohol selama 12 bulan terakhir adalah 4,6% dan dalam 1 bulan terakhir adalah 3%. Sementara itu prevalensi penyalahgunaan NAPZA lainnya di Indonesia sulit diketahui besarannya. Namun berdasarkan hasil perhitungan estimasi yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) diperkirakan ada 3,2 juta orang (1,5% dari total populasi) di Indonesia mempunyai riwayat menggunakan NAPZA dari jumlah tersebut diperkirakan hanya 10% yang mendapat layanan dari tenaga kesehatan.
Kapasitas file dalam bentuk winrar 11,519KB. Berisi 3 file:
1.             Word | 43 halaman | Pendahuluan – Daftar pustaka | 702KB
2.             PPT | 15 halaman | Pendahuluan – Penutup | 1,139KB
3.             Referensi

Link download:
UF | HD | DF
Password : ebookkedokteranfrontal1st

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ebook kedokteran frontal1st merupakan sebuah blog dofollow. bila anda seorang blogger, maka dengan berkomentar di ebook kedokteran frontal1st anda akan secara otomatis memperoleh backlink cuma-cuma. Namun, sangat diharapkan anda berkomentar dengan bijak.