Latest Post
Loading...

Minggu, 06 Maret 2016

Guideline CPR AHA 2015


Update terbaru dari AHA mengenai guideline / algoritma CPR, lebih memberikan penekanan pada detail kecepatan dan kedalaman kompresi dada selama CPR. Sedikit berbeda dengan guideline 2010 yang hanya menekankan untuk melakukan kompresi dada paling sedikit 100x/menit dan paling sedikit kedalaman 2 inchi, guideline yang baru saja dirilis ini memberikan batasan yang lebih detail yaitu kecepatan kompresi dada antara 100 hingga 120 kali permenit dan kedalaman kompresi dada antara 2 hingga 2,4 inchi.
Perubahan batasan kecepatan kompresi dada ini berdasarkan pada studi yang menunjukkan bahwa penolong tidak bisa menekan dada secara kuat jika kecepatan kompresi lebih dari 120 kali/menit(1). Hal ini menyebabkan penurunan sirkulasi darah. Pada kecepatan 100 hingga 119 kali/menit, hanya 35% penolong yang melakukan kompresi dada dengan kedalaman tidak adekuat. Kedalaman kompresi dada juga dibatasi hingga 2,4 inchi karena cedera dapat terjadi jika kedalaman kompresi melebihi batas tersebut(2).
Selain perubahan mengenai kecepatan dan kedalaman kompresi dada, guideline yang dirilis tengah oktober 2015 ini juga memberikan beberapa perubahan dan penekanan dari guideline 2010 seperti penambahan taksonomi Systems of Care, penambahan chain of survival, penambahan kebijakan mengenai penggunaan teknologi dan regionalisasi, penekanan mengenai minimalisir interupsi dalam kompresi dada, serta beberapa perubahan lain yang terangkum dalam berkas di bawah ini.

DOWNLOAD
 ada Update terbaru dari AHA mengenai guideline / algoritma CPR, lebih memberikan penekanan pada detail kecepatan dan kedalaman kompresi dada selama CPR. Sedikit berbeda dengan guideline 2010 yang hanya menekankan untuk melakukan kompresi dada paling sedikit 100x/menit dan paling sedikit kedalaman 2 inchi, guideline yang baru saja dirilis ini memberikan batasan yang lebih detail yaitu kecepatan kompresi dada antara 100 hingga 120 kali permenit dan kedalaman kompresi dada antara 2 hingga 2,4 inchi. - See more at: http://kardioipdrscm.com/7274/artikel/update-terbaru-guideline-algoritma-cpr-aha-2015-teknik-cpr-yang-lebih-rinci/#sthash.Is3lmouf.TfrxRJKE.d
Update terbaru dari AHA mengenai guideline / algoritma CPR, lebih memberikan penekanan pada detail kecepatan dan kedalaman kompresi dada selama CPR. Sedikit berbeda dengan guideline 2010 yang hanya menekankan untuk melakukan kompresi dada paling sedikit 100x/menit dan paling sedikit kedalaman 2 inchi, guideline yang baru saja dirilis ini memberikan batasan yang lebih detail yaitu kecepatan kompresi dada antara 100 hingga 120 kali permenit dan kedalaman kompresi dada antara 2 hingga 2,4 inchi. Perubahan batasan kecepatan kompresi dada ini berdasarkan pada studi yang menunjukkan bahwa penolong tidak bisa menekan dada secara kuat jika kecepatan kompresi lebih dari 120 kali/menit(1). Hal ini menyebabkan penurunan sirkulasi darah. Pada kecepatan 100 hingga 119 kali/menit, hanya 35% penolong yang melakukan kompresi dada dengan kedalaman tidak adekuat. Kedalaman kompresi dada juga dibatasi hingga 2,4 inchi karena cedera dapat terjadi jika kedalaman kompresi melebihi batas tersebut(2).
Selain perubahan mengenai kecepatan dan kedalaman kompresi dada, guideline yang dirilis tengah oktober 2015 ini juga memberikan beberapa perubahan dan penekanan dari guideline 2010 seperti penambahan taksonomi Systems of Care, penambahan chain of survival, penambahan kebijakan mengenai penggunaan teknologi dan regionalisasi, penekanan mengenai minimalisir interupsi dalam kompresi dada, serta beberapa perubahan lain yang terangkum dalam tabel di bawah ini.
- See more at: http://kardioipdrscm.com/7274/artikel/update-terbaru-guideline-algoritma-cpr-aha-2015-teknik-cpr-yang-lebih-rinci/#sthash.Is3lmouf.TfrxRJKE.dpuf
Update terbaru dari AHA mengenai guideline / algoritma CPR, lebih memberikan penekanan pada detail kecepatan dan kedalaman kompresi dada selama CPR. Sedikit berbeda dengan guideline 2010 yang hanya menekankan untuk melakukan kompresi dada paling sedikit 100x/menit dan paling sedikit kedalaman 2 inchi, guideline yang baru saja dirilis ini memberikan batasan yang lebih detail yaitu kecepatan kompresi dada antara 100 hingga 120 kali permenit dan kedalaman kompresi dada antara 2 hingga 2,4 inchi. Perubahan batasan kecepatan kompresi dada ini berdasarkan pada studi yang menunjukkan bahwa penolong tidak bisa menekan dada secara kuat jika kecepatan kompresi lebih dari 120 kali/menit(1). Hal ini menyebabkan penurunan sirkulasi darah. Pada kecepatan 100 hingga 119 kali/menit, hanya 35% penolong yang melakukan kompresi dada dengan kedalaman tidak adekuat. Kedalaman kompresi dada juga dibatasi hingga 2,4 inchi karena cedera dapat terjadi jika kedalaman kompresi melebihi batas tersebut(2).
Selain perubahan mengenai kecepatan dan kedalaman kompresi dada, guideline yang dirilis tengah oktober 2015 ini juga memberikan beberapa perubahan dan penekanan dari guideline 2010 seperti penambahan taksonomi Systems of Care, penambahan chain of survival, penambahan kebijakan mengenai penggunaan teknologi dan regionalisasi, penekanan mengenai minimalisir interupsi dalam kompresi dada, serta beberapa perubahan lain yang terangkum dalam tabel di bawah ini.
- See more at: http://kardioipdrscm.com/7274/artikel/update-terbaru-guideline-algoritma-cpr-aha-2015-teknik-cpr-yang-lebih-rinci/#sthash.Is3lmouf.TfrxRJKE.dpuf
Update terbaru dari AHA mengenai guideline / algoritma CPR, lebih memberikan penekanan pada detail kecepatan dan kedalaman kompresi dada selama CPR. Sedikit berbeda dengan guideline 2010 yang hanya menekankan untuk melakukan kompresi dada paling sedikit 100x/menit dan paling sedikit kedalaman 2 inchi, guideline yang baru saja dirilis ini memberikan batasan yang lebih detail yaitu kecepatan kompresi dada antara 100 hingga 120 kali permenit dan kedalaman kompresi dada antara 2 hingga 2,4 inchi. Perubahan batasan kecepatan kompresi dada ini berdasarkan pada studi yang menunjukkan bahwa penolong tidak bisa menekan dada secara kuat jika kecepatan kompresi lebih dari 120 kali/menit(1). Hal ini menyebabkan penurunan sirkulasi darah. Pada kecepatan 100 hingga 119 kali/menit, hanya 35% penolong yang melakukan kompresi dada dengan kedalaman tidak adekuat. Kedalaman kompresi dada juga dibatasi hingga 2,4 inchi karena cedera dapat terjadi jika kedalaman kompresi melebihi batas tersebut(2).
Selain perubahan mengenai kecepatan dan kedalaman kompresi dada, guideline yang dirilis tengah oktober 2015 ini juga memberikan beberapa perubahan dan penekanan dari guideline 2010 seperti penambahan taksonomi Systems of Care, penambahan chain of survival, penambahan kebijakan mengenai penggunaan teknologi dan regionalisasi, penekanan mengenai minimalisir interupsi dalam kompresi dada, serta beberapa perubahan lain yang terangkum dalam tabel di bawah ini.
- See more at: http://kardioipdrscm.com/7274/artikel/update-terbaru-guideline-algoritma-cpr-aha-2015-teknik-cpr-yang-lebih-rinci/#sthash.Is3lmouf.TfrxRJKE.dpuf
Update terbaru dari AHA mengenai guideline / algoritma CPR, lebih memberikan penekanan pada detail kecepatan dan kedalaman kompresi dada selama CPR. Sedikit berbeda dengan guideline 2010 yang hanya menekankan untuk melakukan kompresi dada paling sedikit 100x/menit dan paling sedikit kedalaman 2 inchi, guideline yang baru saja dirilis ini memberikan batasan yang lebih detail yaitu kecepatan kompresi dada antara 100 hingga 120 kali permenit dan kedalaman kompresi dada antara 2 hingga 2,4 inchi. Perubahan batasan kecepatan kompresi dada ini berdasarkan pada studi yang menunjukkan bahwa penolong tidak bisa menekan dada secara kuat jika kecepatan kompresi lebih dari 120 kali/menit(1). Hal ini menyebabkan penurunan sirkulasi darah. Pada kecepatan 100 hingga 119 kali/menit, hanya 35% penolong yang melakukan kompresi dada dengan kedalaman tidak adekuat. Kedalaman kompresi dada juga dibatasi hingga 2,4 inchi karena cedera dapat terjadi jika kedalaman kompresi melebihi batas tersebut(2).
Selain perubahan mengenai kecepatan dan kedalaman kompresi dada, guideline yang dirilis tengah oktober 2015 ini juga memberikan beberapa perubahan dan penekanan dari guideline 2010 seperti penambahan taksonomi Systems of Care, penambahan chain of survival, penambahan kebijakan mengenai penggunaan teknologi dan regionalisasi, penekanan mengenai minimalisir interupsi dalam kompresi dada, serta beberapa perubahan lain yang terangkum dalam tabel di bawah ini.
- See more at: http://kardioipdrscm.com/7274/artikel/update-terbaru-guideline-algoritma-cpr-aha-2015-teknik-cpr-yang-lebih-rinci/#sthash.Is3lmouf.TfrxRJKE.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ebook kedokteran frontal1st merupakan sebuah blog dofollow. bila anda seorang blogger, maka dengan berkomentar di ebook kedokteran frontal1st anda akan secara otomatis memperoleh backlink cuma-cuma. Namun, sangat diharapkan anda berkomentar dengan bijak.