Latest Post
Loading...

Rabu, 09 Maret 2016

Terapi oksigen



Oksigen (O2) adalah gas yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak memiliki rasa yang berada di sekitar kita. Udara yang kita hirup mengandung 21% O2. Oksigen pertama kali ditemukan oleh Yoseph Prietsley di Bristol Inggris tahun 1775 dan dipakai dalam bidang kedokteran oleh Thomas Beddoes sejak awal tahun 1800. Alvan Barach tahun 1920 mengenalkan terapi oksigen pasien hipoksemia dan terapi oksigen jangka panjang pasien penyakit paru obstruktif kronik. Chemiack tahun 1967 melaporkan pemberian oksigen melalui kanula hidung dengan aliran lambat pasien hiperkapnia dan memberikan hasil yang baik tanpa retensi CO2.
Pernapasan adalah upaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan membuat paru berkontraksi. Kerja pernapasan ditentukan oleh tingkat kompliansi paru, tahanan jalan napas, keberadaan ekspirasi yang aktif, dan penggunaan otot-otot bantu pernapasan. Berbagai keadaan dapat menimbulkan gangguan respirasi yang serius dan membahayakan jiwa. Keadaan ini berkisar antara:
1.         Penyakit primer yang mengenai system bronkopulmoner seperti hemoptisis masif, pneumotorak ventil, status asmatikus, dan pneumonia berat
2.         Gangguan fungsi paru yang sekunder terhadap gangguan organ lain seperti keracunan obat yang menimbulkan depresi pusat pernapasan
Banyak reaksi biokimia dalam tubuh bergantung dari pemanfaatan oksigen. Pasokan oksigen ke jaringan tergantung dari banyak factor seperti ventilasi, difusi melintasi membran alveolar-kapiler, hemoglobin, output jantung, dan perfusi jaringan. Terapi oksigen diperlukan untuk kegagalan pernapasan pada berbagai kondisi seperti asma yang berat, bronchitis kronis, pneumonia, dan infark miokard dan lainnya.
Terapi oksigen adalah suatu tindakan untuk meningkatkan tekanan parsial oksigen pada inspirasi, yang dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kadar oksigen inspirasi dan meningkatkan tekanan oksigen (Hiperbarik), tujuan dari terapi oksigen ini adalah untuk meningkatkan konsentrasi O2 pada darah arteri sehingga masuk ke jaringan untuk memfasilitasi metabolisme aerob, dan mempertahankan PaO2 > 60 mmHg atau SaO2 > 90 %.

Kapasitas file dalam bentuk winrar 2,178KB. Berisi 2 file:
1.             Word | 31 halaman | Pendahuluan – Daftar pustaka | 954KB
2.             PPT | 18 halaman | Pendahuluan – Penutup | 1,465KB

Link download:
UF | DF | UC

Password : ebookkedokteranfrontal1st

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ebook kedokteran frontal1st merupakan sebuah blog dofollow. bila anda seorang blogger, maka dengan berkomentar di ebook kedokteran frontal1st anda akan secara otomatis memperoleh backlink cuma-cuma. Namun, sangat diharapkan anda berkomentar dengan bijak.